Karena tuntutan pekerjaan, lamaaaa banget ngk makan pete dan sahabatnya zengkol..padahal 2 sohib itu lumayan ngefans samaku (dan kebalikannya) Nah ceritanya si kakak tersayang baru balik dari kampung nan jauh dimato. Seperti biasa ibunda tercinta selalu membekali oleh - oleh buat anak dan cucu. Begitu oleh - oleh mendarat di rumah dan dibuka....tadaaaa isinya :
1. Karak kaliang - nama latin : kerupuknithlum garing bangetis
Cemilan khas Minangkabau ini berbahan dasar ubi kayu. Selain sebagai snack ringan kadang juga dijadikan pelengkap makanan berkuah seperti soto, bakso dan sate, atau sebagai lauk yang dimakan bersama nasi. Disebut juga kerupuk keberuntungan karena bentuknya yang seperti angka delapan, angka yang tidak putus. Jadi pren, sering- sering makan kerupuk ini ya, tapi makannya jangan langsung ditelan bulat2. Beruntung kagak, cegukan iya.
***
2. Kerupuk sanjai - nama latin Baladoni bakalenisum sambelitus
'Sedikit kurang, banyak kepedesan' itu Mottonya. Tadaaa .....KARUPUAK SANJAI. Gini nih asal muasalnya kerupuk ini.
Pada zaman dahulu, Aris dan Ara ditinggal Mak Bapaknya dirumah Aki, ... !!#@'!!??
Oke serius...
Saat itu, itu ada perampokan disalah satu toko kerupuk di sudut kota X (Nama kota dirahasiakan) petugas kasir yang rada gemulai ditodong oleh begal yang membawa : belati tumpul, matanya jereng, rambut berponi, giginya ompong (ngk nakutin banget ya) si kasir tereak panik...
"tolong, jangan bunuh eyke,!! eyke bakal teriak mau diperkosa, dirampok, dan dibunuh..."
"serahkan isi laci itu atau gw tusuk pake belati ini " begal ngomongnya rada gak jelas (ingat: giginya kurang banyak)
"ih, gemenong siiih niiih….Eh, asal yey tau ya, dagangan eyke belum ada yang belenjong dari pagi, nih lacinya kosong"
"kalau gitu buka brankas" begal ngk putus asa sambil nyibak poni.
" sory dory mory bow, eyke ngk tahu nomor brankasnya" sambil mencet bel alarm dibawah meja kasir.
Tak lama sirine polisi kedengaran diluar
" Angkat tangan ". Sosok tegap tiba2 muncul dari balik pintu. "saya inspektur Sanjay ". Dengan wajah bersih tak berdosa, rambut gondrong, mata sayu, muka berminyak, dan lengan baju tersingsingnya, dia mengacungkan revolver polkadot hitam putih.
"Mampus yey " tunjuk si kasir sambil mengedipkan mata genitnya.
Sibegal akhirnya dibekuk dengan hukuman potong poni dan percobaan masuk penjara (coba2 masuk doang, bentar keluar lagi)
Nah, sebagai ungkapan terima kasih, pemilik toko menamakan kerupuknya sebagai kerupuk SANJAY.
Begitu cerita yang kudapat dari Mak waktu kecil. Mungkin udah kehabisan bahan, jadi beliau ngarang atau kebawa eforia kegalauan efek pilem India yang zaman mak mewabah banget.
Cerita yang benernya begini :
Sebutan Sanjai berasal dari nama sebuah jalan atau daerah di bagian utara Kota Bukittinggi. Jalan Sanjai ini terletak di Desa Manggis, Kelurahan Manggis Gantiang Sanjai. Warga yang bermukim di sekitar Jalan Sanjai ini memang rata-rata berprofesi sebagai pengrajin keripik singkong. Tidak hanya itu, daerah Sanjai sendiri memang dipercaya sebagai daerah asal muasal persebaran industri keripik singkong di Bukittinggi.
Jadi .... karena rasanya yang manis pedes ini membuat si Inspektur San eh kerupuk Sanjai selalunya jadi buah tangan wajib wisatawan yang berkunjung ke Bukit Tinggi atau semua daerah di Sumbar.
Tapi sekarang Karupuak Sanjai ini bisa ditemukan dimana2 kok. Bahkan saat kamu pejemin mata, buka mata dan Tinggg...kerupuknya langsung tampak (tapi berdirinya depan toko Sanjai)
***
3. Kerupuk Ganepo
Karena IQ gw diatas rata - rata, dulu waktu masih bocah, sempat mikir apa ada hubungannya sama Ganefo ya ? itu tuh event olah raga zaman Soekarno. Apakah makanan ini menjadi maskot acara itu ? atau kerupuk ini jadi semacam dooping buat menambah stamina pemain ? sayang zaman itu ngk ada Mr. Google, nanya Mak malah : " aduh Butet, Ganepo pulak engkau tanya, kau makan sajalah kerupuk itu, terus... piring betumpuk didapur itu tolong kau bantu cuci" alhasil pertanyaan ini gantung di benak doang. Ternyata spelling kerupuk itu GANEPO not GANEFO
***
4. Pete (nah ini dia )
Siapa sih yang nggak kenal pete atau patai (versi padang), peuteuy (sundanesse). Meskipun aromanya lumayan menyengat sehabis dimakan, ternyata khasiat pete ini diluar dugaan loh. Mengatasi Depresi, Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.
Kemudian baik untuk yang lagi uring uringan gaje karena PMS (premenstrual syndrome). karena Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.
Banyak lagi deh. Tapi tanpa khasiatnya yang sebumi ini aku mah tetap doyan, Digoreng, direbus, mentah, apalagi kalau Mak masaknya ala SAMBAL LADO TANAK (cari di google deh penampakannya) Wuihhh... Brad Pitt ama Bradley Cooper manggil pun nggak peduli (Ngimpi ?)
***
5. Ikan Salai ...
Ini ikan sepertinya hanya ada di wilayah tertentu saja di pulau Sumatra (CMIIW). Dulu ngk suka banget kalo mak masak ikan ini. Rasanya seperti kayu kering, keras dan hambar. Penampakannya pun gak menggugah selera.
" Yah... menunya kayu bakar lagi" keluhku waktu buka tudung nasi. " Sarden dong Mommy"
" Eh Butet, itu ikan lebih mahal daripada sarden, jadi pastinya lebih enak" Mak terluka.
"Kalo gitu masakkin telur belado aja dong Mommy" aku masih ngotot.
"Telur..telur saja tiap hari kau makan. Lihat bisul di badanmu itu. Tiap malam mak harus kompres pakai air panas. pecah di muka, tumbuh dipantat kau.
(Mak yang Galak, tapi ngk lama telor beladonya muncul)
proses pengasapan ikan merupakan gabungan aktifitas penggaraman, penggeringan dan pengasapan. Adapun tujuan utama proses ini adalah membunuh bakteri dan membantu mempermudah melekatnya partikel-partikel asap waktu proses pengasapan berlangsung.
Dalam proses pengasapan,unsur yang paling berperan adalah asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu. Pada pengasapan menghasilkan efek pengawetan yang berasal dari beberapa senyawa kimia yang terkandung di dalamnya.
Dan ternyata Pren, hikmah waktu aku ngekost di-Bandung, pada masa paceklik alias wesel belom nyampe. Yang tersisa di dompet cuma beberapa lembar kertas bergambar monyet nongkrong di pohon dan sekantung ikan ini doang, oleh oleh Mak yang berkunjung ke Bandung. Setelah melewati tapa meditasi dan dorongan cacing2 diperut akhirnya ikan ini aku masak santan pake daun singkong, puedesss dan kental. Masha Allah... bercucuran keringat dan airmata makannya. SUMPEH, enak banget dan PECAH dimulut. Alhasil ikan sekuali habis dirempongin rame2 satu Kost-an. MAK... punten yak.
***
Dan ada sehelai baju batik merah, cantik banget.
Mak tiada duanya, makasih oleh - olehnya Bu.
Kasih anak sepanjang gala, Kasih ibu sepanjang Jalan. I Lup Yau Ibu
HABIS




