Jumat, 08 Juli 2011

AJARAN BARU

Mendekati tahun ajaran baru seperti ini keluhan orang tua kembali berulang, sama seperti tahun sebelumnya dan sebelumnya lagi. Bisa ditebakkan ? Ya, betul !! Apa lagi kalau bukan tentang 'uang gedung' yang selangit, uang seragam yang tidak masuk akal, biaya antar jemput yang bikin sakit kepala, SPP bulanan yang bukan hanya merangkak naik, tetapi terus berlari dan biaya2 lain yang sama2 membikin pusing kepala.

Sebenarnya disaat2 ini yang menggelitikku adalah pengalaman pertama kali masuk TK dulu. Pada waktu itu ayah lah yang mengantar dan menunggui-ku disekolah selama beberapa hari. Sebelumnya ayah ama ibu juga kakak pertamaku yang sudah duluan sekolah disana sering juga sih cerita asyiknya sekolah di TK. Ada ayunan, seluncuran dan banyak temen baru. Hingga meski belum cukup usia aku berhasil memaksakan kehendak ama ortu biar sekolah juga. He he...

Sayang aku ngk ingat banget bagaimana ekspresi dan emosi mereka waktu mengantar di hari2 pertama itu. Bahkan aku ngk ingat juga bagaimana pandangan mereka sewaktu masih dirumah, ketika pertama kali aku mengenakan seragam. Mungkin karena aku sendiri sudah sibuk dengan bayang2 kegembiraan masuk sekolah.

Aku jujur deh, gampang mewek, nangis. Iklan sepele aja nangis, baca buku rada romantis nangis. Tapi kalo orang lihat sepintas sih ngk bakalan percaya. mereka tahunya Ida orang yg heboh kayak pasar malam. Tapi sungguh ngk terbayangkan ketika aku harus mengantar Arik, fadil dan jaka pada hari pertama mereka masuk TK, air mataku mengalir. Ngk tahu jelasnya kenapa. Campur aduk semua. Diam2 aku menghibur diri ke pojok biar ngk kelihatan sama ibu2 yg lain. Astaga ! ternyata aku ngk sendiri, di lorong kelas juga ada ibu yang berulang kali mengusap airmayanya dengan tisue.


Tak cuma itu, dihalaman bermain tampak seorang ibu lain tengah bersandar di bawah pohon seraya menatap buah hatinya yang sedang asyik bermain pasir. Wajah ibu itu pastilah sama dengan wajahku : Sembab.

Lucunya, sementara para ibu2 menangis diam2, eh anak2 kami tetap asyik bermain dan tak ada yang perduli dengan perasaan ibunya. Hm... mungkin itu juga yang dialami ayah or ibuku waktu aku baru masuk sekolah dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar