Sedih banget nonton film ini sabtu kemarin di TV 3. Awalnya aku fokus nonton di HBO, filmnya bagus juga. Tapi iseng2 ganti chanel eh malah ngelihat di TV3 film ini baru mulai. Adegan pembukanya aja dah menarik, mulai deh aku kebingungan mo nonton yang mana... setelah hompimpah sejenak udahlah film india ini aja yg kulihat soalnya kalo HBO filmnya sering diulang2 jadi ngak bakalan rugi dah
Kembali ke Laptop...
Menggugah dan penuh air mata. Heran ya ? apapun tema filmnya kebanyakan film bollywood ini mampu mengaduk2 perasaanku kebanyakannya sih perasaan cengeng, mulai dari mata merah ampe berlinang2. Termasuk film ini. Kisahnya sangat mengharukan. Dan yang lebih membuat aku makin mewek2 alur ceritanya mengusik hati nuraniku sebagai seorang ibu. Seorang anak laki2 kurang lebih umur 8 atau 9 tahunan bernama Isaan. Awalnya dia dicap, pemalas, bandel, nakal, dan segala embel2 ama temen2 terutama ayahnya. Kalau ibunya bukan seorang yang penuh kasih mungkin akan terlontar juga kata2 itu karena demikian kenyataannya. Sudah berapa kali pihak sekolah memanggil orangtuanya datang karena ulah Isaan ini.
Singkat cerita Isaan di pindahkan kesekolah asrama laki. Dia yang tadinya berjiwa berontak mendapat banyak tekanan disini, Tapi ujian terberatnya adalah berpisah dari ibunda tercintanya. Aduh... sampe sini aku pengen nangis lagi ingat ceritanya. Ditambah lagi dengan OSTnya yang ada terjemahannya dilayar... sedih banget. Lihat Isaan dipojokkan, dimarahi tapi yang ngk kuat lihat dia menangis tak berdaya di kamar mandi.
Dan kebenaran meski datang terlambat akhirnya diperlihatkan, seorang guru baru yang sangat memahami dunia anak berhasil menyadarkan guru terutama sang ayah yang nyata2 menganggap isaan anak yang 'gagal'
Hingga di penghujung cerita isaan ternyata terpilih sebagai pemenang pertama lomba menggambar dan hasil gambarnya dijadikan cover buku tahunan sekolah.
lalu apa ? YA... aku menangis sesengukan, karena anakku FADIL yang nomor 2 tanpa sadar bahkan penuh kesadaran kuperlakukan seperti isaan... Dia persis isaan. Nggak fokus, terjebak pada beberapa huruf yang tidak bisa dibedakannya tidak bisa masang tali sepatu kesulitan dalam hal penamaan atau pengambilan kata dsbnya.
Dan dengan sedihnya aku baru sadar beberapa bulan ini, ternyata dia punya kemampuan menggambar yang baik. Lebih baik dari siapapun orang yang ada dirumah yang kebanyakan hanya tahu gambar rumah dan gunung. Fadil mempunyai daya hayal yang tinggi. Dia menggambar tank baja yang sedang menyerang kota dengan helikopter yang waspada dilangit2. Oh Fadil, I'm so sorry, maafin ibu nak. Bahkan karena kekanak2anmu membuat ibu pernah mengatakan " mungkin kamu anak yang tertukar dirumah sakit " KEJAM sekali kata2 itu kalau kuingat sekarang. Kamu begitu ngk perduli waktu itu dan karenanya ibu sering menggulang kata itu sehingga suatu hari kamu menangis. Apa yang ibu rasakan waktu itu. PUAS....( oh how dare me ... )
Allah tahu, aku SANGAT menyanyangi ke 3 anakku. Tapi ... kadang aku tidak mau lebih sabar menghadapi mereka.
Maafin ibu ya Fadil, ibu berjanji akan merubah sikap jahat ibu selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar