Rabu, 03 Oktober 2012

ISLAM BAGIKU



Beberapa hari belakangan ini film Innocence Muslim menjadi sorotan. Bukan hanya di Indonesia, tapi dunia!!. Kok tega2nya ya dengan menggunakan kebebasan berekspresi ada makhluk hidup yang mengaku2 sebagai manusia, karena emang hanya manusia yang diberi kelebihan akal dan pikiran dan menggunakannya untuk memilah2 baik buruk suatu hal. Menjelekkan agama lain bahkan membuat kisah yang melukai hati umat muslim. Apa sih yang ada dalam benaknya sewaktu membuat film ini ?



Nabi Muhammad SAW, bagi kami umat islam bukan sekedar Laki2 ciptaan Allah yang diutus menjadi Rasul  tapi beliau adalah panutan dan suri tauladan dalam berbuat dan bertingkah laku. Sekalipun ribuan tahun jarak yang terbentang antara kehadiran beliau dengan masa kini. Ruhnya melalui hadist, riwayat dan amalan2 yang disunahkannya menjadikan Baginda Rasul hidup di hati kami.

*

Penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW ini bukan kali ini saja terjadi. Beberapakali majalah2 di luar negeri, Denmark, Prancis dll membuat karikatur, bahkan mengadakan lomba untuk pembuatan karikatur ini yang tujuan sebenarnya adalah melecehkan nabi Muhammad SAW

Respon yang timbul bukan hanya dari kaum muslimin saja. Para pemuka lintas agama sangat mengecam tindakan tercela ini. Karena ini sangat berpotensi memecah-belah toleransi umat beragama.Tapi dengan alasan kebebasan berekspresi itu juga, Amerika tidak bisa berbuat apa2 dalam menyikapi amuk masa. Pada titik inilah terjadi hukum Paradoks. Apa yang menjadi kenyataan lumrah disuatu tempat bisa jadi menjadi hal yang tida lazim di tempat lain. Kebebasan berekspresi tentunya diijinkan selagi tidak bersinggungan dengan nilai2 dasar yang berlaku terlebih bila hal ini menyakiti pihak lain. Banyak alasan sebenarnya bisa dijadikan landasan bagi negara yang katanya menjunjung tinggi HAM ini untuk memblokir film ini di youtube. Menyebarkan kebencian, membuat keresahan dll. But You see... ?  

Ayah ibuku   muslim. Kakek moyangku juga Muslim. Dan karena mereka muslim aku juga terlahir muslim (Alhamdulillah) Tapi menjadi muslim diperjalanan usiaku bukan sekedar Islam keturunan lagi. Aku mempelajari dan meyakini inilah agama yang terbaik bagiku. Dan aku juga menghormati mereka yang memilih agama lain yang menurut mereka terbaik. Lakum Dinukum Waliyadin ( bagimu agamamu dan bagiku agamaku). 

Note : 
Seorang Nakoula Bassela (Sam Bacile) yang melecehkan Nabi Muhammad boleh saja mendapat hukuman berat atas penistaannya terhadap Nabi Muhammad di dunia ini. Tapi Hukuman dari Allah SWT kelak di akhirat akan lebih pedih dari yang dapat kita bayangkan. Wallahualam Bissawab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar