Luruh
Gugur
Rontok
Harapan semu berubah menjadi abu
Dihembus angin dan hilang tak berbekas
Pedih
Perih
Luka
Mendung ternyata tidak mencurahkan hujan
Kembali meranggas dan mati
Sepi
Dingin
Bisu
Kediaman yang menyakitkan
Anjing akhirnya melolong memekakkan
Panas
Murka
Membara
Berjuta pekik kemarahan menggeliat dalam dada
Namun apa daya lidahku kali ini tak berbisa
Rindu
Dendam
Nelangsa
Biar ini menjadi rahasiaku dengan-Nya
Waktu akan menjawab saat hari itu tiba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar