Selasa, 22 Januari 2013

Maaf Bang, saya mencintai istri anda ...

Hujan turun cukup deras sore itu. Sesekali terdengar gemuruh dari langit. Kesibukan jam pulang kerja dan lalu lalang kendaraan dengan tujuan masing2 membuat arus lalu lintas pada saat ini cukup padat. Dipersimpangan lampu merah laki2 itu menghentikan kendaraan roda duanya karena lampu merah memberi tanda dari tiang bewarna kuning di hadapannya. Sejenak ia membuka kaca helm karena terpaan air hujan membuat pandangannya kabur. Tiiinnn...tiiinnn bungi klason membuat ia terperanjat, ternyata lampu sudah berubah hijau. Lamunan pendek membuat ia lupa. Segera digasnya laju kendaraan menuju rumah tak lupa di rabanya lagi sesuatu yang tersimpan di balik jaketnya. Hmm... ia tersenyum kecut

Sesampainya dirumah laki2 itu menghempaskan tubuh lelah itu di pembaringan dingin yang terasa berabad2 beku nyaris tak tersentuh oleh hangatnya gairah. Diraihnya kembali surat itu :

'Maaf bang, Saya mencintai istri anda' kalimat pembuka dari beberapa paragraf yang tertulis di kertas putih HVS. Isi selanjutnya tak perlu dibaca ulang karena kalimat pembuka sudah menyimpulkan apa isi surat itu. Laki2 itu  meremas rambutnya, keningnya berkerut tajam. Dia ragu apakah sebaiknya niat untuk memberikan surat ini jadi ia laksanakan atau mungkin lewat telp adalah cara terbaik bila memikirkan reaksi tiba2 dari yang punya istri. Tapi ia toh, tidak bermaksud merebut kedudukan sang suami dari takhta kepala keluarga. Dia hanya ingin menyampaikan luapan perasaannya yang sudah tidak terbendung lagi.

Kalau dipikir2, cara ini memang gila dan 'berani'. Suami mana sih yang tidak akan bereaksi keras mendengar istrinya dicintai laki2 lain. Meskipun belum tentu sang istri mempunyai perasaan yang sama. Tapi nalar dan akal sehat sudah lama hilang dari benaknya.

" Akh ... aku memang pecundang !! " teriaknya parau.  Tak lama kemudian tong sampah kecil disudut kamarnya kembali terisi oleh remukan kertas putih yang sudah penuh dengan isi kalimat pembukanya persis sama : 'Maaf bang, saya mencintai istri anda....'

(dagelan kosong)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar