Ingat masa2 awal datang ke batam dulu. Sekitar tahun 1995. Rasanya menyenangkan saat menginjakkan kaki di bandara Hang Nadim Batam. Betapa tidak. Ini dunia baru lagi yang akan gw hadapi setelah beberapa tahun mengecap hidup di kota Bandung ( hm.. ingat bandung jadi kangggeennn ...). Daerah baru, kerja baru (sekaligus babak baru gw masuk dunia kerja) dan pastinya ketemu orang2 baru. Hal yang memang paling gw suka dan ini sangat memicu my adrenalin.
Bekerja di sebuah perusahaan Jepang, awalnya rada shock karena komunikasi dengan para pimpinan pure menggunakan bahasa inggris. Dan entah kenapa kalo gw buntu dengan kosa kata, pasti berakhir dengan bahasa sunda. Alhasil itu Jepang garuk2 kepala dengan kening mengkerut. Tapi lama2 masalah ini selesai.
Nah untuk mengisi hari2 diluar waktu kerja, gw yang emang dasarnya gak bisa diam. Kalo kata nyokap sibuknya gw tuh melebihi jam kerja presiden (tau dari mana lagi tuh nyokap ya?) tapi kalo dipikir emang rada kebangetan sih. Ya Drum Band, Pramuka, Pencak Silat.. semua gw ikuti. Padahal sekolah aja pulangnya udah hampir sore. Tapi ya udahlah. Dari pada gw ikut balap motor or terjun payung kan masih mendingan yg ini kan ? (hm.. kalo eskulnya ada yg kayak ginian mungkin akan kupertimbangkan... pletak, adoww )
Coba2 ngintip kegiatan positif apa aja yang bisa diikuti. Ternyata di CC (comunity Center) ada bermacam2 aktifitas yang bisa dipilih oleh kaum tua muda.
Ya udah deh... setelah dipilih dan dilihat2 pilihan jatuh pada Pencak Silat. Ciiaaatttt.... hehe. Ini bukan sesuatu yang baru bagi gw. Dari SMA di Pekanbaru hingga pindah ke bandung gw udah seneng sama bela diri ini. Awalnya buat gagah2an sama adek cowok gw yang ikut karate. Belakangan gw merasa ini sudah jadi kebutuhan mengingat sifat gw yang suka kelayapan sendiri kemana2. Dan, Tada Merpati Putih pun berkibar...
 |
| Teman Seperguruan-1 |
Kenapa gw milih merpati putih ? karena disini ada penerapan Ilmu Tenaga Dalam dan olah pernafasan. Hal ini sangat membantu pengolahan tidak hanya fisik tetapi juga raga. Arti dari Merpati Putih Sendiri adalah :
Mersudi
Patitising
Tindak
Pusakane
Titising
Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti
"Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata". Keren kan?
 |
| Teman Seperguruan-2 |
Pada orang biasa, tenaga dalam tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.
Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak teknik olah napas di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Tekhnik jurus (disebut dengan rangkaian gerak) diantaranya adalah Rangkaian Gerak Praktis (RGP), Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan Rangkaian Gerakan Bebas (RGB). Hasil olah gerak dan olah napas ini kemudian dapat diolah menjadi tenaga 'getaran'.
 |
| Tes Kenaikan Tingkat di CC Batam |
Latihan Merpati Putih mementingkan aspek beladiri tanpa senjata/tangan kosong. Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata sesungguhnya. Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara ekstra kuriler (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan karakteristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.
Karena bagaimana mungkin bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami karakteristik dari senjata seperti bentuk, lintasan, alat penyasar, target sasaran senjata, dan sebagainya. Untuk itulah teknik penggunaan senjata juga dipelajari. Senjata khas Merpati Putih adalah TEKBI dan KUDI dan akan diajarkan secara wajib pada pesilat secara bertahap pada tingkatan tertentu.
KUDI Merpati Putih berbentuk sangat khas, dan diciptakan oleh Mas Poeng (Guru Besar MP). Memiliki dimensi horizontal dan dimensi vertikal. Sarat dengan nilai-nilai dan falsafah. Mas Poeng (Guru Besar MP) sudah bertransformasi menjadi seorang MPU yang membuat senjata khas
 |
| Salah satu kegiatan kenaikan tingkat di PKM UNRI, Tq buat pict ini Mr X :) |
Tapi kalo mau dibandingin PPS antara Pekanbaru, Bandung dan Batam. Jelas gw milih Bandung yang lebih berkesan. Selain para pelatihnya yang lebih sangar. Tes dan uji coba nya bikin gw nangis darah (hiperbola) dan muntah2. Bayangin aja disuruh push up diatas lumpur yang ternyata banyak cacingnya (Hoek !!) pas badan naik sih enak, eh giliran turun wajah gw kayak punakawan, celomotan lumpur. Belum lagi waktu ujian kenaikan tingkat, merayap subuh hari di samping Goa Dago pakar.. mata ditutup pake sabuk padahal diseblah kanannya ada jurang. Hiy...gimana kalo gw jatuh? But. However itu semua salah satu kisah terhebat yang pernah gw alami. Ngk bakal mau dituker ama kenangan apapun. Bravo merpati Putih. !!!