Minggu, 17 Maret 2013

Pariaman

Pariaman. Salah satu  kabupaten di sumbar. Kota ini sangat dekat di hati. Setiap tersebut, terdengar namanya hatiku selalu hangat dan haru biru. Pematang sawah tempat mainku, sungai yang jernih tempat mandiku, warganya yang ramah menyapa... nyaris setiap tahun aku dan keluarga pulang ke Pariaman. Terlebih pada waktu lebaran. Lama perjalanan sekitar 7 jam dari Pekanbaru melewati kota2 kecil dengan pemandangan yang indah dan mempesona. Ada kelok sembilan, lubang kalam ( terowongan ) hingga jalan berkelok2 yang sering bikin aku muntah2. Ngak lupa berenti makan di rumah makan Rankiang (katanya sekarang sih udah ngk ada lagi).

Dan yang juga gak ku lupa. di beberapa tempat, umumnya sih di pengisian bensin or beberapa pasar yang dilewati, ada saja pedagang yang riuh menjajakan  dagangannya di jendela bus dan kendaraan. Mulai dari telur asin, kacang tojin (kacang goreng ) jeruk, tebu yang sudah dipotong kecil2 dan ditancapkan ke lidi hingga pengganan ciri khas daerah tersebut.

Terakhir melewati lembah Anai yang so amazing bagiku. Air terjunnya yang perkasa namun meneduhkan mata siapa aja yang memandangnya.

Lembah Anai...Indah ya ?
Begitu mobil yang kami naiki memasuki jalan kecil menuju rumah kelahiran ayah (akh..bunyi ban mobil diatas kerikil serasa terngiang kembali) anak2 kecil udah berlarian di kanan, kiri dan belakang mobil sambil berteriak heboh dengan senyum tulus penuh persahabatan. Dan aku akan menjulurkan kepala dari jendela, bersorak tak kurang hebohnya. "karumah yooo!!!! (kerumah ya)" tereak ku. Begitu nyampe halaman rumah, sanak keluarga menyambut dengan pelukan hangat, tawa lebar. Tak lupa tawaran ngajak makan dirumahnya. (asyeekkk..)

Oh iya, satu hal. Kalo dikampungku itu, bertamu kerumah orang pasti ditawarin makan. Air minum sudah pasti tapi tetap harus makan. Jadi jangan makan banyak2. Ntar dirumah berikutnya mesti makan lagi (asyikkan) dan mereka akan kecewa kalo kita menolaknya.

Listrik belum masuk kampung waktu kecil aku pulang dulu. Kalo senja tiba. orang2 kampung sibuk memompa lampu strongkeng. hahaha... namanya aneh ya. Dan aku senang melihat ayah ato entah siapa lagi (ngk ingat) menyalakannya. Cahayanya kuning emas dan suaranya yang mendesis2 membuat rumah dan sekelilingnya terang benderang, hangat dan nyaman.

Lampu Strongkeng
Nenekku ( ibu dari ayah), kami memanggilnya Mak haji, seringnya berdiam di kamar (udah sakit2an). Kayaknya aku ngk begitu dekat deh sama beliau. mungkin karena kita ngk seumuran kali ya? (gila loh da) jadi aku dan mak haji jarang ngomong. Aku lebih suka lari2 dihalaman rumah ato keluar masuk rumah yang semi permanen (sebagian masih kayu ). Rumah Mak haji besaarrrr... ada 3 kamar. Tetapi setiap kami pulang, tetap aja tidurnya ngampar di ruang keluarga. Lebih asyik begitu.

Adikku Ikhsan dirumah Mak Haji

Mak Haji, My Grandma
Dan yang pasti seru, adalah waktu makan terutama waktu lebaran (so pasti, si tukang makan kan...) Makanan di kampung itu kenapa ya??? enaakkkk banget ... nikmat banget.... Bisa jadi karena :

1.  Mereka mengolahnya dengan sepenuh hati
2.  Mereka menghargai setiap bulir padi, siung bawang, setiap rezeki yang mereka dapat
3. Semua alami tanpa bahan pengawet
4. Semua segar karena kebanyakan hasil tanam ato tangkap sendiri
5. Kadang makannya rame2 duduk dibawah, disebut juga Makan Barapak

Ya, Makannya rame2. Sebuah kain bersih di bentang di atas tikar sebagai alas piring yang dipenuhi bermacam lauk pauk.

Acara makan2 dirumah salah seorang Kerabat

Dan ada satu pengganan yg aku paling suka mulai dari anak2 ampe emak2 gini. Sala Lauk. Bentuknya bulat kekuningan dengan rasa gurih agak kepedasan.1 mana mungkin cukup... harus berkali2 makannya baru bisa puas.

Sala Lauak. Awas iler anda !!!
Masyarakat pariaman sebagaimana khasnya orang padang menyukai makanan bersantan, berlemak. Gulai kapalo ikan, asam padeh ikan adalah menu paporit yang selalu ada selain sambel tentunya.

Gulai Kapalo Ikan
penampakannya serem tapi rasanya... Dasyhat


asam  padeh

Pulang kampung, selain untuk mempererat silaturahim juga menjadi acara ziarah ke makam2 para keluarga dan buyut yang udah mendahului kita. How ever ini adalah sesion yang menyeramkan bagiku. Tapi kebanyakan orang juga begitu kan?. Aku paling takut kalo sampai ngk sengaja nginjak kuburan. apalagi bagian kepala. Habis, saking lamanya tuh makam, gundukannya udah ngk kiatan lagi.  Tapi ayah paling getol ngajak kesana kadang ngk cukup sekali besoknya diajak kesana lagi. Terus sampai disana kita berdoa sama2 dan dapat tambahan sedikit nasehat serta ceramah.

"Disinilah kita semua akan pulang, hidup ini hanya sebentar. Jadi jaga sholat dan rajin mengaji ya...." kata2 itu sangat aku ingat terucap dari bibir ayah.
Di gerbang Pemakaman.
aku duduk paling depan tuh...
Yang namanya mudik or baliak kampung artinya bukan hanya diam dikampung saja. Juga ada session jalan2. mulai dari sekitaran pariaman itu sendiri hingga kota2 lain di Sumatra Barat. Ke Danau Maninjau, Danau Ateh dan Danau Bawah, Bukit Tinggi (Kebon Binatang, Jam Gadang, Lobang Jepang) terus Ngalau Indah, lembah Anai. Banyak banget deh. Pokok e, masa kecil ku indaaaahhhhh..... banget. Dan ayah paling seneng moto2 kami di manapun tempatnya (makanya ampe tuek aku jadi narsis... hihihi) tapi sayang beberapa pic udah pada hilang waktu peristiwa kebakaran beberapa tahun lalu. Dan sebagian di simpan ama nyokap di P.baru.

Dipantai Pariaman, me, my sister & brother
pantai caroline padang ama sepupu
Diatas kereta api yang tak berpenghuni

Tour  satu kampung @ Danau singkarak. Ayah lagi gendong Isan




'Kampuang Nan Jauh Di mato'
Masa kini.
Sampai kapanpun, kecintaanku pada kampung halaman khususnya kota pariaman tidak pernah hilang. Bahkan semakin bertambah. Tahun 2012 lalu. kusempatkan lagi keliling Sumbar berdua dengan temen. Mulai dari Painan, Solok, Batu Sangkar, payakumbuh dan Bukit Tinggi. Jujur, sepanjang jalan, selain berdecak kagum dengan ciptaan Allah yang maha indah, air mataku kerap jatuh berlinang tanpa bisa ditahan karena semua berasa Dejavu, mengingatkan aku kepada ayah. Ayah dan kasih sayangnya. hik hik hik.... Ayah, I Miss U.... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar