Selasa, 02 Februari 2016

RAPUH

Ingin bersandar di kaki meja, meringkuk walau sejenak. Menghela nafas panjang dan menghembuskannya sesuka hati. Kenapa ya ? harus gimana ya ? seperti kehilangan kompas. Melaju kesana kemari tanpa arah. Angin bertiup ke barat ku ikut ke barat, kadangkala keselatan aku malah terhempas di utara....

Imanku sangat rapuh saat ini, teramat rapuh. Rasanya seperti terjun bebas ke titik nadir dan pecah berkeping2. Ini bukan galau juga bukan unstabil. Aku mendekati satu cahaya yang membuat mataku silau dan pedih. Pertanda baik atau buruk kah ini ?

Gejolak hati yang tak mau berdamai dengan logika, membuat istirahat malamku tak pernah lena. Seperti si buta yang meraba2 dalam terang atau gelap yang tak mengerti apa bedanya. Senyum ku sumbang karena.. karena bukan dari lubuk hati. Ah... bagaimana ya mengungkapkannya pada Tuhan dalam Doa ?

Dear Tuhan ..
(Hatiku basah saat ini)
Tanpa aku mengadu Engkau pasti tahu
Tanpa aku bercerita Engkau pasti mengerti
Apa yang kurasa
Apa yang kudamba
Apa yang kini kutangisi
Apa yang ingin ku mulai dan ingin kuakhiri
Jangan biarkan langkahku salah

Dear Allah
I maybe not sleep well last night, but i did wake up
My muscle are sore, but they work
My wallet is not full, but my belly is
I may not have all i want, but i have all i need
My Life is not perfect, but my life is Good
Forgive me Ya Allah...

Doa ketika hati gelisah


اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي    وَذَهَابَ هَمِّي

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku."



Tidak ada komentar:

Posting Komentar