UN anakku Tareq. Semoga bisa lulus dengan nilai baik dan diterima masuk disekolah tahap selanjutnya.
Minggu malam sewaktu semua pada kumpul dikamar sehabis Maghrib :
"Insha Allah besok ibu mau Puasa, niatin untuk kelancaran ujian abang, tadi nenek telpon, nenek juga turut mendoakan abang agar ujiannya bisa dilalui dengan baik. Banyak istigfar dan tentunya belajar sungguh - sungguh,"
"Abang ikut puasa juga deh kalau begitu."
Jaka yang lagi asyik nonton TV nyeletuk
"Jaka juga ah"
"Kuat nggak, Ntar siang malah batal". Timpal Arik
"Kuat lah, Ramadhan saja Jaka puasa."
"Iyah itu Ramdhan, semua pada puasa. Ntar ada yang makan atau minum malah batal."
"Biar aja bang, yang penting niatnya baik," Aku menengahi. "Lagi pula hitung hitung warming up, kan Ramdhan udah makin dekat."
Senin, jam 13.00 siang
"Hallo..., lagi ngapain bang ? "
"Belajar,"
"Masih puasakan ?"
"Masih, tapi Jaka batal puasanya."
"Kenapa."
"Nggak kuat katanya."
"Ya sudahlah"
Jam ditangan menunjukkan pukul 6.40 Maghrib. Adzan sudah beberapa menit yang lalu berkumandang. Dan aku masih mengendarai Scoopy dengan kecepatan 70.km/jam. Telat ? sudah pasti. Kesian Arik. Pekerjaan seperti nggak ada habis - habisnya kalau mau diikutin.
Aku berhenti di pinggir jalan.
"Abang udah batalin puasa kan ?"
"iya, kok lama banget sih bu..."
"Ibu mampir ke warung sebentar beli makan ya, kamu cek kulkas, makan apa yang ada aja dulu."
"Ibu ntar beli apa pulangnya?"
"Sop tulang sama ayam Bakar"
"Mak nyuss... siplah"
Diwarung Innayah langgananku....
"Pak, pesen sop 1 sama ayam bakar 2 ya "
"Pake nasi?"
"Oh... ngak usah pak, saya makan pake sagu"
Kening si bapak berkerut... mikir
"becanda pak, nasinya udah ada. Eh pak pinjem gelas dong pak, sekalian sama isinya ...
Lagi -lagi berkerut
"he he he... minta air putih pak," aku tersenyum. "Mau batalin puasa.
"Oh, mba puasa ya, nih saya kasih, gratis." bapak itu menyerahkan segelas teh obeng.
Terharu, baik banget bapak ini...
"Nggak usah pak, cuma buat batalin aja kok, sudah telat soalnya." aku jadi nggak enak
"Berbuka itu disunahkan dengan yang manis mba." dia kembali sibuk dengan pekerjaannya.
"Tapi saya sudah manis kok " (ini hanya dalam hati, mana berani, bininya lagi megang centong).
Ya sudah, rezeki pantang ditolak... Allahumma Lakasumtu dstnya. Alhamdulillah...
"Ini mba, ayam dan sopnya." tak lama bapak itu menyerahkan 2 mangkok sop dan bungkusan yang pastinya ayam bakar.
"Loh pak, saya pesen sopnya cuma 1 kan ?" aku kebingungan
"Yang satunya bonus untuk yang berpuasa."
"Lah pak, saya betul betul nggak enak nih," ku keluarkan satu mangkok itu dari dalam kresek. Tapi si bapak mencegahnya.
"Bener mba, doain saja jualan saya lancar hari ini. Mba puasa dapat pahala, saya memberi sedekah makan orang puasa juga dapat pahala tanpa mengurangi pahala puasa mba..."
Tanpa sadar mataku berkaca - kaca.
"Makasih pak, semoga rezeki bapak dilipat gandakan sama Allah, bukan hari ini saja tapi seterusnya"
"Amin ya Robbal alamin." kami kompak mengaminkan.
Si ibu yang lagi kipas2 ayam tersenyum penuh keikhlasan.
Sesampainya dirumah, segera kami santap hidangan itu bersama. Sambil makan kuceritakan kejadian tadi sama Tareq dan Jaka.
"Jadi, dalam hidup ini semua makhluk hidup sudah ditakdirkan untuk berbagi dengan yang lain. Satu contoh, ketika kita membuang karbon dioksida lewat nafas, lalu pohon berklorofil menggunakannya dalam proses fotosintesa. Dalam proses fotosintesa tumbuhan menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup lainnya."
"Semoga bapak itu jadi orang kaya ya bu." Jaka nyengir kepedesan.
"Amin...Percayalah setiap kebaikan sekecil apapun yg kita lakukan dg ikhlas pasti akan kembali kepada kita berlipat ganda. Nah sama orang lain saja kita harus berbuat baik, apalagi sesama keluarga. Iya kan bang Arik ?"
"Ya iyalah..abang baik kok sama Jaka. Pulang sekolah selalu abang jemput," semangat suaranya setimpal dengan semangat makannya.
" Tapi telat terus." Bantah Jaka.
"Yee.. pokoknya dijemput."
"Sudah - sudah, beresin mejanya habis makan."
"Sop tulang sama ayam Bakar"
"Mak nyuss... siplah"
Diwarung Innayah langgananku....
"Pak, pesen sop 1 sama ayam bakar 2 ya "
"Pake nasi?"
"Oh... ngak usah pak, saya makan pake sagu"
Kening si bapak berkerut... mikir
"becanda pak, nasinya udah ada. Eh pak pinjem gelas dong pak, sekalian sama isinya ...
Lagi -lagi berkerut
"he he he... minta air putih pak," aku tersenyum. "Mau batalin puasa.
"Oh, mba puasa ya, nih saya kasih, gratis." bapak itu menyerahkan segelas teh obeng.
Terharu, baik banget bapak ini...
"Nggak usah pak, cuma buat batalin aja kok, sudah telat soalnya." aku jadi nggak enak
"Berbuka itu disunahkan dengan yang manis mba." dia kembali sibuk dengan pekerjaannya.
"Tapi saya sudah manis kok " (ini hanya dalam hati, mana berani, bininya lagi megang centong).
Ya sudah, rezeki pantang ditolak... Allahumma Lakasumtu dstnya. Alhamdulillah...
"Ini mba, ayam dan sopnya." tak lama bapak itu menyerahkan 2 mangkok sop dan bungkusan yang pastinya ayam bakar.
"Loh pak, saya pesen sopnya cuma 1 kan ?" aku kebingungan
"Yang satunya bonus untuk yang berpuasa."
"Lah pak, saya betul betul nggak enak nih," ku keluarkan satu mangkok itu dari dalam kresek. Tapi si bapak mencegahnya.
"Bener mba, doain saja jualan saya lancar hari ini. Mba puasa dapat pahala, saya memberi sedekah makan orang puasa juga dapat pahala tanpa mengurangi pahala puasa mba..."
Tanpa sadar mataku berkaca - kaca.
"Makasih pak, semoga rezeki bapak dilipat gandakan sama Allah, bukan hari ini saja tapi seterusnya"
"Amin ya Robbal alamin." kami kompak mengaminkan.
Si ibu yang lagi kipas2 ayam tersenyum penuh keikhlasan.
Sesampainya dirumah, segera kami santap hidangan itu bersama. Sambil makan kuceritakan kejadian tadi sama Tareq dan Jaka.
"Jadi, dalam hidup ini semua makhluk hidup sudah ditakdirkan untuk berbagi dengan yang lain. Satu contoh, ketika kita membuang karbon dioksida lewat nafas, lalu pohon berklorofil menggunakannya dalam proses fotosintesa. Dalam proses fotosintesa tumbuhan menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup lainnya."
"Semoga bapak itu jadi orang kaya ya bu." Jaka nyengir kepedesan.
"Amin...Percayalah setiap kebaikan sekecil apapun yg kita lakukan dg ikhlas pasti akan kembali kepada kita berlipat ganda. Nah sama orang lain saja kita harus berbuat baik, apalagi sesama keluarga. Iya kan bang Arik ?"
"Ya iyalah..abang baik kok sama Jaka. Pulang sekolah selalu abang jemput," semangat suaranya setimpal dengan semangat makannya.
" Tapi telat terus." Bantah Jaka.
"Yee.. pokoknya dijemput."
"Sudah - sudah, beresin mejanya habis makan."
HABIS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar