Rabu, 01 Agustus 2012
EMBUN
Aku berjalan mencari sosokmu
Berfikir keras dengan kerut berlapis
Melepas helai demi helai tirai tipis
Nyatakah hadirmu ?
Aku menggemakan siluetmu dengan oktaf tertinggi
Menggantikan zikirku dengan sedu sedan
Menina bobokan sebuah rasa dengan harapan
Apakah ini hanya ilusi?
Aku tersenyum (lagi) dalam keputus-asaan
Hujan pasti akan kembali tercurah
Membasahi bumi yang pecah
Bukankan ini sudah hukum alam?
Kemana Embun pagi ini pergi?
Berhari2 ku tunggu kamu ditepi jendela
Memandangi permukaan daun dan bunga
Kering, berdebu dan bergerigi.
Yang pasti
Bumi selalu berputar pada porosnya
Yang pasti
Burung akan kembali pada sangkarnya
Yang pasti
Ombak akan membawa kembali air ke lautan
Yang pasti ...
Malaikat maut tersenyum culas menantiku diujung jalan
Aku tetap disini embun
Setia menanti kau kembali membasahi kelopak daun
(Batam, Dalam lapar dan dahaga)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar