Selasa, 24 Juli 2012

Argggh....



Desah angin menggelitik sela2 daun
Semburat aura membias dingin
Dekaplah aku duhai alam yang sepi
Ku ingin lena bersama diam mu



Membiru lalu berkabut pucat sendu
Namun itu tak merubah hasratku padamu
Aku tak ingin beranjak sekejap-pun
Cium aku dengan usapan kabutmu

Tapak dan jejak yang tertinggal begitu jelas
Izinkan aku mengikuti gairahmu
Bisikkan alunan lagu dari surga untukku
Melalui keranda dingin yang tak tahu apa2

Kamu tahu angin ?
Tak ada kata lelah untukku menunggu bercinta denganmu
Puaskan kerinduan ini dengan desau rintihanmu
Lambungkan aku ke Sidrata Muntaha






Tidak ada komentar:

Posting Komentar